Setiap orang tua memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik putra-putrinya. Ada yang menggunakan cara kasar dan keras, ada pula yang dengan lemah lembut dan sangat sadar dalam menghadapi anaknya. Semua cara yang dilakukan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama. Yaitu, ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang berperilaku baik, sopan, dan kelak dapat menjadi orang yang sukses. Namun kadangkala cara yang diterapkan tidak diterima dengan baik oleh anak. Dan tidak semua anak bisa mengerti keadaan dan keinginan orang tua yang semata-mata ingin anaknya kelak menjadi seorang yang berhasil. Sehingga mereka melakukan hal-hal yang menyimpang jauh dari harapan orang tua.
Orang tua yang mendidik anaknya dengan cara yang kasar memang tidaklah salah. Tujuannya agar anak lebih disiplin dan teliti serta mendorongnya untuk mempu memperbaiki diri dari kesalahan. Namun sebagian anak menganggapnya bahwa orang tua mereka tidak lagi menyayanginya, merasa orang tua selalu benar dan anak selalu salah, dan merasa bahwa orang tua tidak bisa mengerti keadaannya. Padahal orang tua mereka tidak bermaksud untuk menyombongkan diri dan merasa dirinya selalu benar. Hanya saja mereka tidak ingin anaknya melakukan kesalahan yang dapat merugikan dirinya kelak.
Sama halnya dengan orang tua yang mendidik anaknya dengan sangat halus, lembut, dan sabar. Mereka ingin agar anakknya dapat tumbuh dengan baik, tidak kekurangan suatu apapun, dan ingin anaknya hidup bahagia. Namun cara ini dapt membuat anak menjadi pribadi yang manja dan pemalas, apapun yang dinginkannya harus dituruti sehingga ia menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang ia inginkan, dan akan terus bergantung pada orang tua.
Selain kedua cara tersebut, ada cara mendidik anak yang sering diterapkan dan sangat berdampak buruk bagi anak, yaitu orang tua yang cuek pada anak. Anak dibiarkan menjalani sendiri hidupnya. Biasanya ini diterapkan oleh orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga lupa untuk mengasuh anaknya dengan baik. Anak hanya diberi materi dan dibiarkan berkembang sendiri. Anak yang diasuh dengan metode seperti ini akan menjadi anak yang kurang perhatian, merasa tidak berarti, rendah diri, nakal, memiliki kemampuan sosialisasi yanmg buruk, kontrol diri buruk, salah bergaul, dan kurang menghargai orang lain. Sehingga ia mudah terjerumus ke hal-hal yang tidak baik.
Salah satu pola yang baik dalam mengasuh anak adalah pola otoratif. Yaitu pola pengasuhan anak yang memberikan kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor batasan dan pengawasan baik dari orang tua. Dengan begini anak akan hidup ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka pada orang tua, tidak mudah stres dan depresi, berprestasi baik, serta disukai lingkungan dan masyarakat.
Oleh karena itu, orang tua harus pandai-pandai memilih cara yang tepat untuk mendidik anaknya. Ayah dan ibu harus kompak dan jangan plin-plan dalam memilih pola asuh yang diterapkan pada anaknya agar anak tidak bingung. Menyesuaikan pola asuh pada kondisi, situasi, kemampuan, dan kebutuhan anak sangat penting. Jangan mendidik dengan biaya yang tidak mampu dipenuhi orang tua. Usahakan mudah paham dengan apa yang orang tua inginkan tanpa merasa ada paksaan namun atas dasar kesadaran diri. Orang tua harus memberikan contoh yang baik pada anaknya.
Diperlukan pula komunikasi secara terbuka dan menyenangkan dengan batasan-batasan tertentu agar anak terbiasa terbuka pada orang tua ketika ada hal yang ingin disampaikan atau ada hal yang mengganggu pikiran. Serta orang tua baiknya gunakan ungksapan yang baik yang mampu menyadarkan anak tanpt menyinggung perasaannya sehingga anak tidak akan berpikiran negatif pada orang tuanya.
Yang paling penting adalah penanaman sejak dini moral dan agama pada anak agar kedepan dapat menjadi orang yang saleh dan memiliki sikap serta perilaku yang baik. Anak yang saleh akan selalu mendoakan orang tua yang telah melahirkan dan membesarkannya hingga orangatuanya meninggal pun akan tetap ia doakan. Serta anak yang memiliki moral yang baik akan diterima baik pula oleh masyarakat. Anak dengan sendirinya akan akan merasa senang dan akan menjalani hidupnya dengan bahagia. Maka harapan orang tua untuk menyenangkan hidup anaknya serta menjadikan anaknya menjadi orang yang baik dapat terpenuhi serta timbal baliknya dari anaknya akan dirasankan pula oleh orang tua. Dengan begitu hidup akan dapat berjalan dengan baik.
No comments:
Post a Comment