Bismillahhirohmanirrohim.
Assalamualaikum Wr.Wb.
Salam dan sejahtera untuk kita semua.
Namaku Amalia. Biasa dipanggil amal atau lia atau thockthing. Aku lahir dari orang tua yang berasal dari dua daerah yang berbeda. Ayah dari Jawa asli sedangkan ibu dari Bawean, pulau yang terletak di utara pulau Madura. Aku anak kedua dari dua bersaudara dengan seorang kakak perempuan selisih satu tahun diatasku. Dari lahir aku hidup di Jawa tepatnya di kota Malang, Jawa Timur. Sejak lahir hingga berusia sekitar 5 tahun aku sekeluarga tinggal bersama nenek. Namun ketika aku memasuki TK kami sekeluarga alhamdullillah sudah memiliki rumah sendiri. Alhamdulillah aku beragama Islam.
Selanjutnya mengenai riwayat pendidikan. Riwayat yang kelak bisa mengantarkanku menuju kesuksesan dunia akhirat. Berawal sekitar usia sekitar 4 tahun aku disekolahkan di TK. Sanan Sari di dekat rumah nenek bersama kakak. Namun entah karena sebab apa, di hari pertama kau masuk sekolah, aku tidak mau masuk ke kelas. Saat itu aku dan kakakku diantar oleh ayah. Ketika ayah ingin meninggalkan kami, aku tiba-tiiba keluar kelas dan menangis sambil memeluk ayah karena tidak mau di tinggal. Namun kakakku tidak bereaksi apa-apa, bahkan ia semangat sekali ingin sekolah. Berbagai cara telah dilakukan untuk membuatku tetap tinggal di sekolah. Namun apa hasilnya? Nihil. Bahkan tak seorangpun mampu melepaskan tanganku yang menggenggam erat jaket yang dipakai ayah. Akhirnya ayah memutuskan untuk membawaku pulang.Semenjak kejadian itu aku tidak pernah lagi pergi ke sekolah sampai kami sekeluarga pindah ke rumah baru.
Di tahun ajaran berikutnya , ibu mencoba memasukkanku di TK lain yaitu di TK Muslimat Nu. 2 Malang. Ibuku meminta pada sekolah tersebut untuk menempatkanku langsung pada kelas nol besar. Ini dikarenakan kakaknya yang di waktu TK terlalu cerdas sehingga oleh gurunya direkomndasikan untuk langsung mengikuti ter masuk sekolah dasar tanpa melewati TK nol besar. Untungnya saat tes, aku lulus dan dipersilahkan masuk langsung ke kelas nol besar. Karena di masa “nganggur” hingga usia 5 tahun, ayah dan ibu selalu mengikutkanku ketika mereka membimbing kakakku untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Alhasil cukup melalui pendidikan TK selama setahun, bisa melanjutkan ke SD.
No comments:
Post a Comment