Monday, May 9, 2016
Friday, December 25, 2015
Papandayan Project - Chapter 2 “Battlefield Started from Now”
“Jangaaaannn, kau pilih dia, pilihlah aku , yang mampu mencinta mu
lebih dari dia
Buukaaannn, ku ingin merebutmu, dari sahabatku
Karena ku tahu, cinta tak bisa, tak bisa kau salahkan”
2st day, Saturday, Des
5, 2015
Lagu Yura feat Glend menjadi lagu yang ternyata hampir
di semua handphone yang di putar di mobil ada lagu ini. Lagu yang sedang naik
daun. Bukan bermaksud apa-apa atau menggambarkan keadaan, hanya lagunya memang
enak didengar. Malam semakin hilang pagi semakin nampak. Meskipun langit masih
gelap, yah, sekitar 02.30 waktu Indonesia bagian garut. Sampai di pos pertama
yaitu masjid yang sekitarnya ada indomaret. Waktu yang cukup untuk rebahan
sejenak sebelum memulai journey yang sebenarnya. Sambil dengan disadari atau
tidak, banyak orang yang berdatangan. Rombongan lain yang juga ingin menikmati
indahnya Papandayan. Kami tidur terpisah, ada yang di dalam mobil, ada yang di
perlataran indomaret. It’s time to charge full power.
Langit mulai menerang, sayup-sayup doa subuh
berkumandang membangunkan untuk mengingatkan akan kewajiban umat muslim sekitar
sholat di subuh hari. Semua bangun, mobil pindah ke pelataran masjid. Ada yang
sholat, mandi, jajan siomay. Hoaaammmppp… dingin beroooo… Tapi masjid telah
ramai orang. Setelah sholat, agak terang sedikit lah yaaa, sebagian beli makan,
ada yang ngeteh, ada yang istirahat. Bekal makan siang pun dibeli untuk dimakan jika sudah
sampai di tempat tidur berikutnya.. hahahahha…
Pagi semakin menerang, yuk cuzzz, saatnya berangkat
lagi ke pos pendakian, tempat parkir mobil then we start walking from there,
wawwwwww…. Atur tas yang ternyata banyak sedimikian mungkin. Sambil masih malu –
malu, bicara masih terbata-bata, eh, hujan turun. Sepertinya kita memang
ditakdirkan untuk duduk bersama dulu, bercanda gurau sejenak, mencairkan
pertemanan yang masih bayi merah ini. Boleh lah yaaa, pesen indomie sambil
ngopi ngopi. Ngobrol ngalor ngidul ( kesana kemari).
Meskipun
ada yang baru, ada yang telah berteman lama
Akankah
hari ini kedepan berjalan dengan baik ?
Ketakutan
itu tak perlum muncul
Yang
perlu hanyalah saling percaya
Jadikan
semua hal yang mungkin akan terjadi menjadi menyenangkan
Sampai
masing-masing merasakan
Kita
bisa jadi teman baik
Kita
telah menjadi teman baik
Dan
kita adalah Menyenangkan
Hari semakin menampakkan, betapa indah ciptaan
Tuhan yang dengan rela diciptakan untuk dinikmati dan disyukuri makhluknya. Saatnya
siap berangkat, hujan telah reda, doa dulu yuk… kencangkan setiap tas yang di
bawa, buat formasi penunjuk jalan dan benteng depan belakang, hahaha… jalan
aspal dulu, ke pos pendakian pertama laporan pada penjaga setempat. Then, let’s
start. Sejuk, sejuknya alam ciptaan Tuhan semesta alam ini,hingga tawa
menjadikan kami bahagia dan besyukur. Zona bebatuan menjadi pembukan perjalanan
ini. Jadi ini mendaki, katanya sih, ini untuk pemula, tapi rasakan apa yang
terjadi setelah ini. Zona bebatuan dilewati dengan baik awalnya, sampai
kemudian medan serasa semakin menanjak, dan kami menemukan batu – batu yang
kami injak mulai menguning. Yeah, masuk area kawah belerang.. bagus nih,
foto-foto dulu. Tapi jujur, saya disini udah engap engapan. Instirahat sejenak
adalah pilihan yang tepat.
Papandayan Project - Chapter 1 "I Found Something New"
Chapter 1
PAPANDAYAN
Sebuah nama
sebuah cerita
(ngutip
dikit kalimat punya PATRIOT)
Bukan sembarang
nama, tapi satu dari sekian banyak tempat menyenangkan yang pernah ku kunjungi.
Bukan tempat
yang bagus saja, tapi temppat yang bagus buaaangeettt keeeleeeeuussss…
Awal yang baik untuk sebuah pertemanan indah yang telah menghancurkan
kotak arti pertemanan yang aku percaya dan yakini selama ini. Bagaimana tidak,
selama ini hanya #ABS, R.I.N.D.A.M Galau, ARaFaChi, dan FOXIS yang masih intens
jadi teman terbaik, ditambah dengan keluarga baruku barisan penuh tangis dan
tawa MDP 3. Pertemanan yang dimulai dengan perkenalan formal, satu institusi
pada awalnya, punya nasib yang sama mulanya, kemudian mengelompok dengan
sendirinya seiring berjalannya waktu. Tapi yang satu ini beda, beda situasi,
beda kondisi, beda keadaan, beda pokoknya semua beda. Sekelompok orang yang
pada akhirnya menamai dirinya Rempong_Undergroud. Yes, This Us.
Niat pribadi ingin tahu rasanya naik gunung. Menyusun rencana dengan
penuh rasa kekhawatiran tentang cuaca, alergi, takut dimarahi, kesekian kalinya
keluar dari zona nyaman, tapi lebih extream dari kelakuan – kelakuan pembangkangan
yang pernah dilakukan sebelunnya. Namun berangkat dengan plan izin yang sudah
direncanakan dengan matang. Jauh dari rumah membuat ini terasa lebih mudah
terealisasi. Yes, that’s right. Weekend menyenangkan dilewati dengan naik
Gunung 3 hari 1 malam nginep di gunung, 2 malam tidur ga tidur di mobil. Dengan
hadiah besoknya ngantor njareemmm beutttt..
Kenapa perjalanan ini berbeda ? Karena kami ber-7 kumpulan teman
dengan temannya teman (halah….). 4 anak MDP, 1 pegawai BMS, 1 pacarnya salah
satu temen MDP, dan 1 lagi temen kecilnya anak MDP yang punya pacar sekaligus
sahabatnya pacarnya anak MDP (halaahhh… Mbuleettt…). Pastinya bisa kalian
lihat, kumpulan orang yang sebagian mengenal, sebagian lagi tidak mengenal. Dan
bisa kalian bayangkan apa yang terjadi dalam 4 hari.. Let’s check this out..
1st day, Des 4, 2015
Jumat-jumat pulang kantor, setelah segala penantian pelik urusan
kantor, akhirnya tiba hari untuk setidakanya melegakan pikiran. Setelah sempat
rapat beberapa hari sebelumnya dengan segelintir orang. Plus udah siap
ancang-ancang perkenalan lewat grup Whatsapp yang dibuat dengan masih malu-malu
tapi mau. Akhirnya terealisasi juga. Malam sebelumnya 2 orang bertugas
mengambil perlengkapan sewaan. Akhirnya 4 cewek rempong mengepaki barang di
kosan. Berangkat dengan mobil ber 7. Let’s start the Journey Guyss…. Perjalanan
awal sudah diribetkan oleh mobil yang ban ya kemps bung… akhirnya kita muter
muter mencari tempat yg bisa jadi problem solver. Dengan obrolan yang mulai
malu malu kayak kucing ( padahal kucing aja ga malu), dibarengi dengan alunan
lagu yang ceria menemani khayalan ekspektasi akan gunung yang sungguh indah
mahakarya pecipta alam semesta dan seluruh keindahan didalamnya. Setelah itu,
jemput temennya pacarnya anak MDP di pinggir jalan yang sudah kelihatan seperti
arek ilang ( anak hilang ) di pinggir jalan. Then, kita siap berangkat, cuuuzzz…..
Tol panjang yang seperti tak berujung membuat satu persatu mengantuk
dan membiarkan si pak supir yang juga salah satu dari kita ber 7 ditinggalkan
yang lain ke alam bawah sadarnya. Kecuali aku sendiri yang berusaha tetap
bangun demi menemani yg nyetir dengan terus bernyanyi meskipun terkadang
keselier angguk-angguk meskipun mungkin dia tidak berkenan ditemani oleh suara
aneh yang nyanyi jauh dari bangku belakang. Tengah malam kelaparan, alhasil
karena si teman yang jadi supir tahu tempat beli tahu sumedang (maklum orang
Sunda) jadi kita lewat dulu ke pemandangan malam penjual tahu sumedang berjajar
di pinggir jalan. Tentu saja, Karen cowok berdua yang duduk di depan, ya pilih
yang cantik dong penjualnnya. Berhenti sebentar dan beli, and you know, tahu
nya, mantaaabb abiiiesss… very delicious. Jadi ini kenikmatan tahu sumedang di
tengah dinginnya malam yang telah menunjukkan lewat hari.
Semua jadi bangun, suasana menjadi lebih encer dari sebelumnya. Kami yang baru menjadi teman, menjadi sangat menikmati pertemanan ini. 3 pria 4 wanita. Semua menjadi indah setelah ini. See at the next
chapter..Saatnya keluar dari zona yang kita kotakkan sendiri.. Pertemanan bukan kita yang atur tapi takdir, yang hanya perlu kita
terima tanpa harus berpikir harus seperti apa kita bersikap.
Karena pertemanan hidup dengan sendirinya
Dan akan terus hidup dengan baik jika kita mengenal diri sebenarnya
satu sama lain
Bukan hanya berasal dari tempat dimana seharusnya kita berteman
Tapi bisa kita ciptakan sendiri jika kita mau
Cobalah, dan lihat, ada kenangan manis yang terbentuk
Akan ada rasa yang tak biasa…
Subscribe to:
Posts (Atom)
















