WHAT TIME IS IT....?????

Wednesday, January 5, 2011

Tentang Pemimpin


Minggu-minggu jelang minggu akhir kuliah yang telah ditunggu-tunggu sambil terus lembur mengerjakan Final Project. Tetap ada hal yang membuat kita kembali ceria adalah dengan pembelajaran KI yang sangat efektif digunakan untuk mencerahkan pikiran sejenak. Minggu ini kita banyak bermain tentang gerak.
·         Pertama tentang Aku dan Cerminku

Ketika kita menjadi cermin, terlihat bahwa menirukan orang tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan konsentrasi tinggi atas kesingkronan visual dan kinetik. Ini membuktikan tidak mudah kita dapat meniru orang lain. Mungkin kita pernah berpikir untuk meniru orang lain dilihat dari kesuksesaannya sehingga kita berpikir cara yang paling benar adalah meniru semua gerak geriknya. Padahal ketika kamu meniru, kamu tidak akan pernah sama dengan dia yang kamu tiru. Pasti ada perbedaan yang tidak bisa untuk disamakan.
Untuk itu, kita tetap harus menemukan sendiri jalan untuk menuju kita yang lebih baik.
Cermin kita yaitu orang lain, kita gunakan untuk introspeksi diri menuju yang lebih baik.
Contoh apa yang dirasa baik pada diri orang lain untuk kemajuan diri kita, untuk memperbaiki diri.
Ketika kita menjadi diri kita sendiri yang bercermin, maka ketika kita melihat cernim kita ada kekurangan, maka ada yang harus diperbaiki dalam diri kita.
Butuh pengertian datu sama lain dalam memainkan permainan ini.
Hal yang tidak kalah penting keinginan untuk mencoba. Karena dengan mencoba kita dapat merasakan dan membedakan mana yang dirasa sesuai mana yang tidak.
Ketika kita memutuskan untuk mecoba maka disaat itu pula kita harus yakin dan siap untuk berhasil. Dan ketika itu pula kita harus yakin bahwa apapun yang terjadi harus diterima dengan baik sekalipun itu sebuah kegagalan.
Dan ketika kegagalan sudah kita dapat, gunakan itu untuk memacu kita lebih baik lagi.

·         Kedua tentang bermain peran

Beberapa dari kita diminta bermain peran secara dadakan untuk menyampaikan pesan dari suatu cerita agar tersapaikan dengan baik sesuai dengan maksud dan tujuannya.
Ketika kesempatan untuk melatih kemampuan dan kreativitas datang, maka sambut dengan baik ambilah untuk pembelajaran bagi kita.
Percaya diri sangat dibutuhkan dalam memaikan peran. Jangan takut untuk melakukan sesuatu yang baik karena rasa takut yang sesungguhnya muncul ketika kita mau melakukan sesuatu yang salah.
Apapun tugas yang diberikan pada kita ataupun yang kita ambil dengan sendirinya, harus kita laksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, agar hasilnya dapat memuaskan diri kita maupun orang lain yang ikut melihat dan merasakannya.

1. Raja dan Ketiga Pangerannya
  Cerita pertama ini memberikan pelajaran pada kita bahwa :
Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan. Tentang apa saja yang akan dia lakukan kedepan telah tercetak dalam pikirannya dan siap untuk dilaksanakan.
Selain itu, seorang pemimpin yang baik harus memikirkan tentang bagaimana ia dapat mensejahteraan apapun yang dipimpinnya, baik itu manusia atau makhluk hidup lainnya, atau bahkan makhluk tidak hidup sekalipun.
Seseorang yang adil dan bijaksana adalah orang yang mampu membagi apa yang ia miliki pada orang lain sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan serta haknya.
Pemimpin yang baik adalah ketika ia mengambil keputusan sebelumnya telah dipikirkan terlebih dahulu dan sesuai dengan kelayakan penerimanya.
Ketika dalam persaingan kita memang belum mendapatkan kesempatan untuk menang, maka janganlah berkecil hati. Tetaplah berbesar hati menerimanya. Mungkin di tempat laina ada yang telah mempersiapkan untuk keberhasilan kita. Dan perbaiki apa yang kurang dari kita.
2. Petani dan Supir Truk
Dalam cerita inikita dapat mengetahui bahwa sangat pentingnya ilmu pengetahuan bagi kita. Karena secara tidak langsung, orang yang berilmu selalu berpikir apa yang akan dilakukannya.
Selain itu, orang berilmu akan berpikir tentang apa yang harus ia lakukan untuk meringankan beban yang pikul.
Seorang pemimpin harus dengan jelas menyampaikan apa yang ingin disampaikan pada yang ia pimpin agar orang yang dipimpinya mampu melaksanakan apa yang diperintahkan dengan baik dan tepat.
Seseorang berilmu akan berpikir dan mengolah apa yang diperintahkan kepadanya sebelum melakukannya. Pasti akan ia pikirkan baik buruknya sebelum melakukan sesuatu.
Jangan cenderung menerima mentah-mentah apapun yang disampaikan pada kita. Pikirkan dulu apa maksud dan tujuannya. Bila dirasa ada yang perlu ditanyakan, maka tanyakanlah, agar nantinya di akhir tidak ada kesalahan akibat salah pemahaman.
·       Yang terakhir tentang Pemimpin Besar

Pemimpin yang besar selalu bisa sabar menghadapi pasukannya. Baik menghadapi pasukannya yang menyimpang maupun yang kurang mampu.
Pemimpin yang besar bisa dengan sabar membimbing anak buahnya untuk meraih suatu keberhasilan. Ia akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membimbing anak buahnya yang sedang berusaha untuk mencapai keberhasilan bagi semuanya.
Dan yang pasti ia akan memberikan arahan sejelas-jelasnya untuk menunjang kinerja anak buahnya untuk meminimalisir kesalahan.
Pemimpin yang besar tidak pernah menyalahkan anak buahnya seenaknya sebelum mengetahui akar permasalahanya.
Ia akan selalu percaya pada anak buahnya. Ia punya keyakinan yang besar bahwa pasukan yang ia bawa bisa membawanya menuju keberhasilan.
Dan ketika seorang atau beberapa anak buahnya membutuhkan bimbingnnya untuk menjadi lebih baik, maka dengan senang hati pemimpin yang besar yang membimbingnya untuk menjadikannya lebih baik.

Tuesday, January 4, 2011

Apapun Keputusannya, adl yg Terbaik utk Indonesia


Euforia sepak bola di Indonesia sangat lah hebat dan tentunya penuh dengan aura positif. Setelah kemenangan bertubi-tubi yang semakin meningkatkan semangat pemain ke-12 untuk tetap mendukung dengan sepenuh hati tim kebanggannya dalam partai final. Meskipun pada kenyataanya hasil yang diperoleh Indonesia  di akhir tidak begitu memuaskan tapi kebanggan akan garuda di dada tetap membara di diri semua pemain dan suporter. Dan tentunya mereka tidak sabar lagi melihat aksi-aksi tim kebanggan mereka selanjutnya.
Namun ternyata ada saja yang mengganjal salah satu pemain timnas Indonesia untuk terus bermain di Timnas. Secara mengejutkan Persema, salah satu club sepak bola Indonesia memutuskan untuk keluar dari LSI (Liga Super Indonesia). Club yang telah memutuskan untuk tidak lagi menggunakan dana APBD untuk keperluan clubnya ini menyatakan diri bergabung dengan LPI yang merupakan saingan dari LSI. Klub berjuluk Laskar Ken Arok itu ingin menjadi klub profesional dan mandiri yang tidak bergantung pada dana APBD seperti kebanyakan klub-klub LSI. Penggunaan dana APBD dinilai membuat klub jadi tidak profesional karena banyak campur tangan, intrik dan kepentingan. Yang menyebabkan statusnya degradasi. Entah karena masalah dalam tubuh PSSI yang sudah sangat tidak wajar sehingga membuat mereka memutuskan untuk keluar dari segala masalah ini agar mereka tidak lagi berada pada menejemen yang kotor.
Keputusannya untuk keluar dari LSI ini berdampak pada nasib pemainnya, yaitu Irfan Bacdim dan Kim Jeffry Kurniawan. Club yang keluar dari LSI seluruh pemainnya tidak diperkenankan menjadi anggota dari timnas. Ini yang menyebabkan Irfan Bacdim dan Kim Jeffry Kurniawan harus menentukan pilihan yang sulit.  Apakah mereka harus bertahan di Persema dan mengikutinya pindah ke LPI dengan mengubur dalam-dalam impian mereka bermain di timnas yang sebentar lagi akan kembali berjuang dalam SEA Games, atau demi cita-cita mereka untuk bermain di Timnas, mereka rela membayar dua kali lipat dari yang mereka terima dari menejemen Persema jika tetap memutuskan untuk keluar dari Persema.
Pilihan yang sulit memang. Mengapa giliran ada sambutan baik kepada kedua pemain naturalisasi tersebut untuk bermain di Indonesia, ada saja hal yang mengganjal tentang sesuatu yang sangat mengganggu dari luar lapangan yang menyebabkan segalanya berpengaruh bagi kondisi pemain. Menejemen yang “ugly” ini harus segera di perbaiki. Adanya kres antara LPI dengan PSSI ini sangat di sayangkan. Harusnya mereka bisa berpikir lebih global. Semua ini demi negara kita, Indonesia. Apa gunanya ada club yang menampung banyak bakat bocah-bocah Indonesia kalau bukan pada akhirnya berjuang untuk negara kita yang tercinta ini. Hakikatnya ini adalah tugas kita pemuda untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dengan menjunjung setinggi-tinggi nama Indonesia dengan menciptakan banyak prestasi gemilang. Jangan hanya karena ego masing-masing semua jadi kacau. Atau juga jangan kerena urusan materi, menghancurkan segalanya.
Seandainya saja masih ada jiwa nasionalisme pada diri para petinggi sepak bola, pasti mereka akan mengesampingkan masalah yang dapat mengganjal jalan menuju Indonesia lebih baik di tahun yang baru ini. Jalan yang terbaik untuk semua adalah berdamai. Dengan membiarkan mereka tetap di Persema hingga kontrak mereka habis dan mengijinkan mereka untuk tetap membela tanah air di Timnas U-23, maka semua orang pasti akan memberikan apreasiasi pada semua pihak yang berkorban untuk negaranya.
Untuk semua rakyat Indonesia baiknya kita kali ini berdoa untuk jalan yang terbaik bagi semua pihak dan berdoa untuk menyingkirkan pihak-pihak yang mengotori persepakbolaan kita agar para pemian dapat dengan sepenuh hati berjuang membawa persepakbolaan Indonesia menuju tingkan yang lebih tinggi.

BUKU Bagus......Buat Kamu Yang mau Eksis...

Judul : how to win friends and influence people
Karya : Dale Carnegie and Associates, Inc.
Penerbit : PT.Gramedia Pusaka Utama.Jakarta
Tahun Terbit : 2008
Jumlah Halaman : 212 halaman

Setiap apa yang kita lakukan sehari-hari tidak lapas dari penilian orang. Mulai dari masa sekolah hingga nantinya masuk pada dunia masyarakat yang sebenarnya.hasil survey mengatakan bahwa hampir 30 % siswa mengalami penggencetan, baik sebagai korban, pelaku, atau keduanya. Penggencetan dalam hal ini seperti mengolok-olok atau diolok-olok tentang penampilan dan sikap seseorang. Maksudnya orang tersebut terlalu banyak mengktirik, mengecam, dan mengeluh. Dale Carnegie meyakini ungkapan ini :”Orang bodoh manapun bisa mengkritik, mengecam, dan mengeluh, diperlukan akhlak dan pengendalian diri agar seseorang mampu memahami dan memaafkan.” Tahu bahwa kita harus berempati itu, mudah, tapi benar-benar berempati tidaklah mudah. Kita tidak perlu bicara yang muluk-muluk: sepanjang hidup ini, kita sudah sering dinasehati agar “memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.” Jadi mengapa begitu sulit bagi kita untuk berhenti sejenak dan membayangkan berada di posisi orang lain. Sebenarnya penggencatan yang kita lihat dimana-mana, baik si sekolah maupun di kantor-kantor, bisa berhenti besok, andai semua orang dari usia 8 tahun hingga usia 108 tahunselalu mencoba dengan tulus untuk memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain. Ini bukan berarti kamu harus meninggalkan semua pendapat, gagasan, dan sudut pandang yang menjadikan kamu unik dan hebat. Ada beberapa kritikan yang memang kenyataan benar terjadi pada orang tersebut. Namun percayalah bahwa dengan mengkrtik atau bahkan mempermalukannya tak akan mampu mengubah perilakunya.sebuah survey membuktikan bahwa “hewan yang diberikan hadiah akibat kelakuan baik mampu belajar lebih cepat dan mengingat apa yang dipelajarinya jauh lebih efektif daripada hewan yang dihukum akibat perlakuan buruk. Ini juga berlaku pada manusia. Kedengarannya gila. Tapi coba kerjakan kuis yang berikut ini.

Kutipan di atas merupakan salah satu contoh dari sekian banyak persoalan manusia mengenai bagaimana cara memenangkan teman dan mempengaruhi orang yang dibahas dalam buku ini. Pemilihan kata yang digunakan sangat baik dan tidak segan-sgan ia menggunakan bahasa yang menjudge pembacanya yang memang tenyata sebagian besar orang melakukan kesalahan yang sama.


Dalam buku ini kamu akan belajar cara paling ampuh untuk menarik perhatian orang lain, menghentikan pertengkaran, mengakui kesalahan, dan mengambil pilihan yang akan membentuk dirimu. Teknik Carnegie ini akan memberimu keterampilan penting yang perlu dikembangkan seperti bagaimana berkomunikasi yang baik, mendahulukan pujian daripada kritik, mengasah kepekaan emosional, bertoleransi, dan selalu bersikap positif. Ada juga pembahasan yang kamu pasti suka, yaitu tentang bagaimana cara menjaga persahabatan dengan teman cowok serta menanganai masalah komitmen dan putus cinta dengan pacar. Dalam buku ini juga dilengkapi dengan kuis-kuis asyik yang akan menjadi parameter tentang bagaimana sebenarnya diri kita. Kuis yang diambil dari kejadian kehidupan nyata yang memberimu tips yang jujur, berwawasan, dan tepat tentang cara mendapatkan dan mempengaruhi teman secara positif.

Buku ini memiliki kelebihan mengandung kalimat-kalimat yang mudah dimengerti pembaca dan sangat mempengaruhi. Buku ini cocok untuk orang-orang yang merasa dirinya ingin sekali menjadi terkenal dan untukmenumbuhkan percaya diri bagi yang sring merasa kurang PD. Namun ada beberapa solusi yang diberikan dari buku ini kurang menyeluruh, dan tidak semua orang yang menginginkannya bisa melakukannya. Secara keseluruhan buku ini harus dibaca sebagai salah satu reverensi untuk pengembangan diri kita.