WHAT TIME IS IT....?????

Wednesday, September 19, 2018

I Will Tell You A Story (part 3)

Pagi yang kali ini aku menulis setelah sekian lama aku membiarkan kenangan terus menghilang, berubah menjadi cerita cerita kehidupan yang baru.

Bercerita tentang laki2 "kepo" ketika masih sd. Tak terbayang bagaimana kabarnya saat ini. Setelah saat itu aku tak pernah tau sosoknya. Wajahnya pun yg dulu saat ini sama sekali tak teringat. Saat itu aku berpikir, ah sudahlah, untuk apa memikirkan Cinta, masih kecil. Beranjak kelas 6 sd mulai fokus pada ujian dan fokus pada pubertas. Muncul lah pweasaap seperti menyukai seseorang. Ada beberapa teman sekelas yang menarik perhatian saat itu. Tapi aku hanya punya perasaan sesaat. Yang awalnya suka, sering memandang, kemudian sepertinya menjadi biasa saja, menghilang perasaan itu mwnjadi perasaan pertemanan yang biasa saja. Saat itu aku lebih suka berimajinasi akan teman2 yang sepertinya mulai memiliki ketertarikan satu sama lain. Membayangkan mereka memiliki kisah kasih sekolah, seperti yang saat itu ngetren di tv, Amigos. Hahaaha.. membayangkan saja mengingatnya, aku merasa lucu sendiri. Banyak hal yanh ku imajinasikan saat kecil, sehingga kehidupan serasa seperti di sinetron.

Beranjak smp, kali ini adalah awal dari aku yang baru. Tetap fokus mengejar preayasi yang tidak mau kalah, karena dua saudata sepupu juga sekolah di tempat yang sama. Karena kelas ditentukan berdasarkan peringkat, kami bertiga sering membandingkan dan mengukur kemampuan kami melalui persaingan peringkat kelas. Dan saat ini muncul sesosok anak laki-laki yang aku tak tahu bagaimana, tapi dia sangat menarik perhatian ku saat itu. Hingga pada akhirnya aku menjalani cinta sendiriku selama kurang lebih selama 5 tahun. Kau mungkin bisa bayangkan betapa aku saat itu benar benar bertahan tanpa bicara padanya bahwa aku suka padanya. Dia laki2 yang sangat pintar, kalau wajah yaaa lumayan. Dan yg membuat aku menyukainya adalah karena dia sering menggoda ku saat di sekolah. Banyak hal, diolok2, kejar2an di kelas. Ahh, kalau mengingat masa itu, sangat menyenangkan. 2,5th aku dan dia satu kelas, tapi aku hanya memandangnya menikmati sendiri Cinta ini. Sambil berdoa semoga engkau baik2 saja. Berbeda dengan diriku yang menjalani cinta sendiri, dia, laki2 itu, bahkan seperti primadona sekolah yang punya kisah cinta heboh pacaran dengan seseorang yang juga sangat pandai dan cantik. Aku hanya berlagak sebagai teman sekelas yang sok sok ikutan jadi sahabat demi meladeni mereka ketika ngambekan lah, titip pesan pesan singkat satu sama lain. Bayangkan perasaan ku saat itu yang menyayanginya tapi malah jadi messanger Cinta mereka yaang saat jtu menurutku, rumit. Wkwkwk.

3 tahun smp berselang sma, dan syukur ku yg teramat dalam. Karena aku dan dia, satu sma lagi ahahaha. Cerita cinta sendiri ku masih panjang. Yah seperti yang terjadi di smp, dia baru masuk beberapa bulan di sma, sudah punya pacar baru. Dan aku lagi lagi, karena adalah org yg sering sekelas dengan di smp, semua menganggap aku dan dan laki2 ini cukup dekat, sehingga aku pada akhirnya jadi semua sumber informasi tentang dia. Betapa bahagianya perempuan pacar barunya itu, ketika mendengarkan banyak cerita ku tentang pria yg cukup lama ku amati itu. Dan aku kembali hanya cinta dengan sendirinya. Entah berapa lama hubungan mereka bertahan. Tapi entah mungkin aku lelah. Di kelas 3 sma, aku memutuskan untuk mengakhiri perasaan itu dann menganggapnya sebagai teman biasa sampai saat ini.

Monday, May 1, 2017

Pikachu Cungkring - Kita dan Semua Kenyataan

Entah kebahagiaan seperti apa yang kurasakan. Kenyataan memiliki pacar untuk pertama kalinya di usiaku yang ke 24th, membuat ku merasa ini adalah jawaban atas semua doaku, dan salah satu list wishes yang ku tempel di balik pintu lemari pakaian.

Day - 5
Entah ini benar hari kelima, yang jelas hari ini merupakan hari paling bahagia di antara hari hari bahagia lainnya. Kau dan aku memutuskan untuk berlibur sejenak ke tempat yg jauh. Pantai.. argghh i love pantai so much. Pertama kalinya, dengan mu, org yg sangat aku banggakan. Enggak janjian kita pergi dengan kaos yg sama kaos putih. Ke sebuah pantai di sudut utara pulau jawa, di kota gresik. Perjalanan cukup panjang kita lalui. Jalan yg tak halus dan matahari yang menyengat. Aku belajar bagaimana melingkarkan tangan ku di perutmu, mncari obrolan menarik untukmu yang mulai Lelah menyetir, menahan lapar karena belum sarapan, dengan kebahagian ku beraandar di punggung mu, love this much.
Sampai disana cari sarapan. Kita selfie, aku tempelkan kepalaku di pundak mu, dan dengan jailnya dahi ku kau kecup, hatiku berkata,aku sayang pria ini Tuhan. Mudahkan jalan kamu. Setelah itu, berjalan bergandengan tangan di sisi pantai, kadang sejenak shelfie, meskipun udara sangat terik. Menikmati pemandangan ribuan org yg juga ke pantai ini. Ini kencanku yg sayang dilupakan. Udara yg cukup panah membuatmu tak betah berlama lama. Padahal, sudah aku oleskan krim muka sebelum kita mulai berjalan. 
Ada kejadian lucu. Ini tentang gendong2an. Karena aku ga yakin kmu kuat gendong aku , jadi kita gendong2an sambil foto, dan dilihatin org..ahahahaa.. aneh2 aja kita ini.
Setelah cukup bersenang senang saatnya pulang. Dikala langit juga mulai mendung. Mau keluar area, eh malah ujan deres. Kmu dan aku tertahan di iyupan depan sebuah supermarket. Sampai hujan terang baru kembali. Setengah perjalanan, ku gantikan kau menyetir, karena aku tahu, kmu lelah. 
Singkat cerita cari tempat sholat, makan nasi goreng pulang.

Day - 6 and many others dayz
Hari hari kita lewati dengan makan bareng, ngopi bareng. Sate, mcd, penyetan, gooday freeze, susu, wedang jahe, stmj, kopi lainnya. Berdua bercerita banyak hal, kerjaan, keluarga, teman, gosip, politik. Mndengarkan cerita mu adalah hal yg paling tak suka. Bersandah di pundak mu adalah selalu yang tak pengen. Bagai rejeki nomplok, bertemu denganmu yg sayang sama aku dan mau terima aku apa adanya
Bahasan semakin lama semakin serius, hingga rencana kelak bisa hidup bersama selamanya. Kali ini aku akui aku yang salah. Tak pernah benar benar berani bicara, karena aku sebenernya sudah tau apa yg akan keluar dr mulut ibuku.
Kamu bercerita tentangku pada orangtua mu, mereka tanya terkait weton, dan sngkatnya, tanggapan yg muncul, weton e apik, wes ndang rabi, ndang tuku omah kono. Tanggapan positif darimu, membahagiankan sekali bagiku. Tapi tidak sebaliknya. Ibuku, menolak dengan lantang, aku tak berani menjelaskan statusmu, aku hanya bisa nangis, dan pasrah. Aku tahu kmu sensitif dan emosian, prinsipmu, restu orang tua nomor 1 tak ada toleransi. Hingga kau pun kecewa padaku dan kita pisah.
Aku tak pernah sesedih ini. Menangis seharian, menangis keras. Hari itu, beberapa hari kemudian, sampai sekarang. Dicampakkan karena memang aku pantas dicampakkan. Aku yg tak mampu memperjuangkan kita. Aku tak punya keberanian. Hingga aku putuskan untuk membiarkan sayang dihatiku, dan merelakanmu bebas menemukan penggantiku yg lebih baik. Aku sayang kmu tapi aku bisa apa. Cuma doa yang aku andalkan dalam hal ini. Meskipun aku tahu kmu sudah ilfil. Aku telah tak ada dihatimu. Huft. Salahku, aku ga pantes buat kmu. Kita kembali pun, kmu telah setengah hati. Hingga kita memutuskan untuk benar benar berpisah. Yah sudah lah, aku hanya tak ingin menyakitinya. Sampai saat ini, sayangku tak tergantikan.

Dibuang sayang 
Beberapa hari menyenangkan yg kelewatan. Saat kita ke jacknote. Perjalanan panjang yg membuat ku puas memelukmu. Hihihi..
Nonton film 2 kali. Aku tahu kmu tak terlalu suka karena ini buang buang uang. Tapi bersamamu nonton, aku bahagia banget. Dengan beberapa aksen sentuhan dan genggaman yg membuatku yakin, aku cuman mau kamu sampai terakhir titik.
Backstreet yang notabene kayaknya semua temen kantor dah tau tapi dibiarkan saja. Sepertinya, kita direstui. Aku dan kmu sering ilok2an di tmpt kerja, menghilangkan kecurigaan atau justru malah membuat cerita kedekatan seolah nyata, bagi ku, aku hanya sangat bahagia. Meskipun kenyataan sekarang telah berbeda.

Banyak hari dengan tangisann, namun masih banyak hari dengan senyuman sayang. Aku tak pernah menyesal, hanya saja aku masih belum sanggup menanggung risiko. Bicara tak mudah tapi apa yang tidak mungkin jika yg bergerak adalah tangan Tuhan, aku yakin apa yang tak bisa dilakukan Allah. Hanya tinggal aku harus tahu diri jika meminta.

Jika jodoh maka mudahkanlah kami ya Allah



Sunday, January 29, 2017

Pikachu Cungkring - Place, Moment, Time, Us

Haaaiii.. kamu yang disana...
Yang setiap hari diwakili oleh pikachu imut untuk tak peluk dan tak ciumi...

Aku mungkin tak ingat,
Tulisan sebelumnya hanya berhenti di hari kedua,,,

Hari berikutnya, saat yang tak pernah terbayangkan olehku,,, meskipun pernah terbesit di pikiran ini, apa benar dia tak lagi ber istri. Mengapa gerak geriknya tak lagi seperti seseorang beristri yang mencari "genda`an" baru sebagai pelampiasan kebosanan atau jauh dari istri.

Day -3
Hari ini hari senang2 untuk kami, geng koplak kantor yang butuh refreshing. Yaahh.. it's time to sing. Kami, ber 5 si A  B C kamu dan aku. Nyanyi seperti biasa, lagu2 yang genre nya amburadul. Tapi sangat menyenangkan. Penghilang stress banget. Bandak. Kamu tak punya selera lagu yang sama denganku. Entah kenapa, tapi aku merasa ada beberapa lagu yang bisa menyatukan hatiku dan hatimu

Saat itu,
Aku pulang bersamamu,
Simple, karena yg lain ga searah.
Dengan lantangnya kamu meminta ku "nyabuk ayo"
Aku bersikeras tak mau
Kau mengendari motormu dengan aku dibelakang, pelan sekali, jantungku tak henti berdebar, saat aku mendekat padamu, menyimak setiap kalimat cerita yg keluar dr bibirmu..
Dalam hatiku, ya Allah, perasaanku tak karuan..

Lalu kau menawarkan, yuk ke R***y, sebuah swalayan langganannya. Dan tanpa berpikir aku meng iya kan.

Kita belanja, kamu sih yg belanja, aku cuma beli dikit. Bak layaknya suami istri sedang belanja bulanan. Aku mengikuti mu, kamu mengikutiku. 
Rejekiku kamu yg bayar semua belanjaan.
Ahhh.. perasaan bahagia apa ini.

Kita pulang, lalu kmu bercerita, ada sesuatu yangmau kau ceritakan padaku. Sesuatu rahasia yg tak ada orang lain tahu, dan ini aib. Tapi kau bilang belun siap cerita. Maka aku tak memaksa

Sesampainya di kos, kau seperti ingin bercerita, fapi takut aku mungkin akan ember. Tapi akhirnya kau pun bercerita. 
Aku tahu apa yang akan kamu bahas, tentang mu, tentang kesedihanmu, tentang kesendirianmu, tentang sakit hatimu, tentang penyesalanmu, terutama, tetang kemarahanmu, kekecewaanmu, amarahmu, yang terpendam sendiri begitu lama di balik wajah garang dan ceriamu di hari2 kita bertemu.
Kamu yang hampir 2 tahun ditinggal, dan yang paling menyakitkan adalah yg meninggalkanmu telah menemukan penggantimu, menikah lagi, dan membawa si kecil tak bedosa, bersama nya, tanpa benar2 mengenal ayahnya.
Menyisakan luka pada ayah ibu mu, yang dengan terpaksa merelakan cucu pertama nya yang tak lagi bisa mereka temui.

Sakit yang tak bisa kurasakan, yang saat itu aku pun tak menyangkan, sedih dan simpati padamu, di sisi lain, aku seperti menemukan jalan atas perasaan yg kukira salah, yang terus menguat setiap harinya. Dan aku kini tahu, aku telah tak salah menjatuhkan hatiku.

Day - 4

Aku sedikit lupan tentang ini, yang kuingat hanya hari ini weekend. Kamu pulang ke rumah ibumu, dan aku sepertinya dikosan saja. Setelah cerita itu, aku takut tak bisa menjaganya. Namun aku yakin, aku bisa. Dan semenjak cerita itu pula , kamu malu tapi tetap tak bisa sembunyikan apa yg dirasa.
Kmu bilang, sayang padaku, dengan segala macan katamu yang benar benar mengguncangkan hati ini. Bukan bermaksud simpati atas sakit itu, tapi aku, benar2 tak tahu harus apa. Kenyaatan datang ketika yg ada dipikiranku hanya mengapa sebuah perasaan bodoh ini harus ada di hatiku, disaat aku tahu kau tak lagi punya ruang untukku. Namun yang nyata adalah kau kini sendiri. Aku tak menyangka bahwa di kenyataan masih ada kesempatan untuk kita yang baru.
Huft.. (bahasaku gaenak)

Hari ini, kau menanyakan padaku kembali, apa masih mau aku menerimamu, dengan kondisi mu yang sudah panjang kali lebar kau ceritakan. Dan aku hanya menjawab, ah, aku tak tau mas, aku hanya ingin mendengar langsung darimu, sambil menatap matamu, dan saat itu akan aku putuskan jawaban yang keluar dari mulutku.
Akhirnya, entah itu sabtu atau minggu atau hari libur lain. Aku berdandan cantik, dalam hatiku, sepertinya mulai hari ini aku akn punya pacar :D. Beberapa menit menunggu, kmu datang dengan penampakan yg sedikit berbeda. Kau tak lagi datang dengan supra mu, tapi dengan satria mu. Aku yang kesulitan naik, akhirnya bisa naik juga. Tapi setengah takut karena cara nyetirmu yang sudah seperti pembalap saja. 

Kita berhenti, di sebuah warung kopi yang tak asing bagimu namun asing bagiku. Singkatnya kita minum kopi sambil bercerita. Hujan turun begitu deras, hingga sore itu, menjadi begitu lama karena hujan yg sepertinya mendukung kita terus bersama. Cerita mu yang panjang, menbuat hatiku luluh. Hingga hujan sedikit reda, kita memutuskan balik. Di motor, kmu bilang, aku sudah ngomong jujur didepanmu, yaapa percaya ga ? Dan kujawab dengan hu.um tanda mengiyakan, sambil menempelkan wajahku di bahumu. Saat itu yang kurasa hanya, akuu sepertinya akan sayang padanya, sangat sayang kalau seperti ini.

Ndelalah, hujan turun lagi, mengharuskan kita ngiyup di indomaret. Disitu kita ngobrol sejenak, sambil minum dingin. Sambil kamu terus saja menggoda ku, sembari bercerita hal lain. Aku senang mendengarmu bercerita. Karena dari situ, terpancar kejujuran. 
Hujan mulai reda, dan kita melanjutkan perjalanan. Namun sepertinya hujan sedang mencoba bermain main. Setelah menahan kita cukup lama di warung kopi, lalu reda sejenak dan mengguyur saat dekat indomaret, hingga mewajibkan kita berteduh. Sekarang, baru jalan sebentar hujan kembali mengguyur deras. Hingga memaksa kita berhenti di sebuah warung bakso. Kita makan dan bercerita lagi, begitu dekat, dan hangat ditengah dinginnya hawa malam itu. 
Saat telah reda, eh, iya, btw, kasihan satria mu yang, mandi terus kotor lagi kena cipratan sana sini. Aku pun akhir nya berhasil kamu antar pulang. 
Dan disaat aku sampai dan kamu sampai juga. Ping darimu muncul di notifku, da. Tanpa berpikir kujawab, apa yang ?
Hari itu, 26th, aku memutuskan menerima mu dengan konsekuensi apapun yang akan kuhadapi dan dengan kebahagiaan yang indah yang akan ku lewati setiap harinya

Pikachu Cungkring - Yang Pertama dan Satu - Satunya (INSYAALLAH)

Disaat aku masih seperti dulu kala
Menyimpan perasaan sendiri untuk orang yang sebenarnya tak pernah ada
Dan kembali membuatku menyerah dan berpindah
Dan entah kenapa kali ini berpindah pada hati yang tak biasa
Dan ini menjadi kasus yang tidak biasa tapi akan jadi luar biasa

Memilih menjatuhkan hati pada seseorang yang telah menjadi milik orang lain, membuat frustasi  yang luar biasa hebat
Membuat akal sehat jadi tertutupi oleh perasaan yang lebih dominan
Aku tak pernah memiliki cinta atau perasaan yang salah seperti ini
Tak pernah terbayangkan seperti ada setan lewat
Tapi hati ini tetap saja menjatuhkan hati padanya 
Tetap saja curi pandang, curi bicara, hingga dengan sengaja mencuri perhatian nya

Ya Allah, aku tak bermaksud untuk menjadi liar hingga memiliki pemikiran seperti ini 
Aku tak bermaksud ingin memiliki sesuatu yang jelas tak bisa menjadi milikku
Oh, aku  bisa apa, sulit bagiku menghilangkannya setelah aku berfikir apa mungkin masih ada jalan

Bukan hanya salahku jika perasaan ini muncul
Karena dia, yang juga memberi harapan
Apa sekali lagi aku yang salah,  membuatnya seperti itu
Aku tidak ingin dianggap sebagai perusak cinta yang telah terbingkai
Tapi, mengapa aku dan dia seperti ini
Tak henti hentinya saling memancing satu sama lain
Walau dengan kalimat saling mengejek, hingga saling bercerita satu sama lain
Tentang kerjaan, tentang hal hal kecil di sekitar, tentang teman, tentang keluarga, tentang kebiasaan 
Bahkan tak jarang, kali hanya bicara untuk sekedar saling mengolok

Kumel, Lemper, Galon Aqua, Arek cilik, wedus, doyan mangan ....

Cungkring, Keceng, Pemakan suket, cicak, akeh omong ....

Ahhhh....
Tapi tak apa, biar perasaan ini ada dan hilang dengan sendiri nya
Biarkan tumbuh dalam hati tanpa seorangpun atau dia tahu
Anggap saja sebagai teman , sama seperti sahabat2 laki2 ku yang lain

Ketika  aku dan dia menjadi semakin akrab, 

1st DAY -NGOPI
Aku terduduk disebuah franchise toko ekspress, sebut saja indomaret
Di sore hari setelah beberapa pekerjaan yg memenuhi hari ini
Dengan segelas kopi
Kemudian dirinya dengan sengaja komen di status bbm
Ahh.. betapa hatiku sangat  kencang berdegup saat itu
Dia mengajak ngopi bersama 
Aku segera berlari ke kos
Lalu kembali ke ujung jalan dengan membawa helm
Aku dan dia bercerita sepanjang jalan
Sepanjang malam di warung kopi langganannya
Terjebak hujan sejenak, sehingga aku tertahan lama bersamamu
Sampai akhirnya dia mengantarkan aku pulang dan berjanji, akan aku traktir stmj suatu saat

2nd DAY-STMJ
aku tahu janji harus ditepati
aku berdandan cantik, menanti jemputan seseorang yang telah kujanji traktir
Dia, pria satu anak yang masih saja mau menuruti kemauanku
Dan aku selalu bilang, ijin o istri mu
Kata dia iya, gapapa wong cuma ngopi dan stmj
Seperti sebelumnya kami hanya saling bercerita tentang keluh kesah
Hingga terlintas di benak, ahhh, aku telah melakukan kesalahan
Ini yang terakhir , sudah impas, aku takkan meminta nya lagi 
Aku tak ingin semua menjadi berkelanjutan 
Dan akhirnya aku mungkin akan menyakiti orang lain



Saturday, December 3, 2016

I will tell you a story (Part 2)

Pagi perempuan ku, begitu pagi ini aku menyapa diriku sendiri. Diriku yang masih sendiri. Hari akan aku beberkan betapa gilanya menjalani perasaan yang ku pendam sendiri sampai akhirnya semua pupus. Sebelumnya aku hanya ingin sedikit mengeluh tentang bagaimana aku memandang perempuan lain seumuran ku diusia usia sekolah hinga kuliah. Ah.. mengingatkan saja membuatku merasa menjadi orang paling sombong sedunia. Bagaimana tidak, dimasa masa sd, smp, hingga sma, bahkan hingga kuliah, aku selalu berpikir apa gunanya anak- anak perempuan ini yang berangkat kesekolahnya dengan penampilan yang sangat cantik dengan barang-barang yang juga sangat perempuan. Apalagi ketika sma, banyak gadis gadis sekolah yang berdandan ke sekolah, yang kuliah kerjaannya di sekolah hanya mendekati siswa laki laki, atau menbuat dirinya menjadi orang yang dipandang di lorong manapun mereka berjalan. Halah, tebar pesona tok. Yang ada diotak ku saat itu, halah percuma ayu gak tapi ga pinter, gak tau nggarap tugas, isok e mek ngoco tok nang kelas. Namun akan jadi membuat iri sekali, ketika seorang yang tidak hanya cantik secata penampilan, tapi juga juara kelas kesayangan guru guru. Ahhhh.. benar benar bikin frustasi aku yang saat itu termasuk dalam siswa kelas unggulan, dikenal sebagian besar guru sebagai anak yang rajin, namun sangat tidak perempuan, punya banyak teman karena tak sama sekali kubedakan perlakukan pada perempuan maupun laki laki. Semua sama, saling ilok2an. Jadi kutebak mungkin saat itu semua teman laki2 berpikir aku juga sama dengan anak laki laki lain. Perempuan tomboy ini bisa tetap jadi teman baik bagi semua. Sehingga mungkin tak ada satu pun yang terpikir untuk menyimpan perasaan lain yang menganggapku sebagai perempuan di hatinya. Aku sendiri memang tak berniat untuk menjadi teman perempuan yang nggelendat nggelendot merengek rengek manja ke teman laki laki. Aku bahkan ingin menunjukkan, bahwa aku, sekuat mereka. Namun dalam hati yang paling dalam, ada seseorang super duper nyaris sempurna yang kudambakan di hatiku namun bisa kusimpan rapat rapat dalam hatiku sampai saat ini.

Di sekolah dasar, aku menjadi anak yang sangat fokus pada sekolahku dan kegiatan kegiatannya. Adanya seorang sepupu yang sengaja disekolahkan di tempat dan kelas yang sama, membuat jiwa persaingan kamu menjadi yang lebih baik tumbuh dan berjalan dengan sehat. Hal ini membuat ku tak pernah berfikir untuk mengganggunya dengan perasaan2 bodoh. Walaupun saat itu pernah sekali tertarik pada siswa laki laki, namun karena ketahuan mentah mentah oleh sepupu ku itu, laki laki super jail yang dengan tanpa ijin membaca buku catatan coret coret an di kelas 6 sd, dan ia menemukanku menuliskan nama salah satu siswa laki laki di samping namaku. Dengan mulutnya yang sembrono itu, dia menyebarluaskan gossip yang membuatku malu setengah mati dan kapok soro. Rasa suka ku berakhir seketika segera setelah semua kerusuhan ini terjadi.  Tapi dimasa sd ini, ada hal yang terlambat aku syukuri, terlambat dan akhirnya hilang karena kesombongan ku. Tanpa kusadari ada seseorang, yang diam diam mencari tahu siapa dan orang seperti apa aku ini. Laki laki dari sudut kelas sebelah ternyata diam diam sering bertanya tentangku pada teman sekelas ku, terutama pada sepupu ku yang ember itu, mereka berdua bahkan berteman baik. Tolol nya diriku saat itu, bukannya bersyukur dan bahagia karena ada ygnv menyukai orang seperti aku, tapi malah dengan pandangan sinis melihatnya, membatin dalam hati, arek iki tau gag munggah kelas, selengekan pisan. Mungkin pandangan sinis ku terbaca di matanya. Dia yang dulu rajin bertanya, lewat di depan rumah eyang karena tahu aku pasti disana, memanggil manggil memggoda dari jauh, tak lagi melakukan hal yang sama karena aku yang sama sekali tidak merespon, ditambah dengan kenyataan bahwa dia, harus tinggal kelas, lagi. 

I will tell you a story (Part 1)

Pagi ini, aku memutuskan untuk tak lagi menyimpan lumat - lumat di hati tentang apa yang pernah terasa, apa yang masih terasa, dan apa yang ingin terasa. Beberapa hal yang tak pernah aku berharap untuk diketahui banyak orang. Sesuatu yang kunikmati sendiri, kurasakan sendiri, dan kusyukuri hadirnya karena sangat menyenangkan meskipun kadang terasa begitu menyakitkan ketika rasa yang tak pernah tersampaikan.

24 tahun sudah menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan yang selalu ingin diaanggap bukan perempuan biasa. Tapi seorang perempuan yang berbeda dari yang lain. Dan tentunya perempuan yang kelak berharap mendapatkan laki-laku yang didambakannya. Kalau sudah bicara laki-laki, pacar, jodoh, calon suami, kata pertama yang keluar dari mulutku adalah HUFT. Yahhh, obsesi menjadi perempuan yang berbeda membuatku harus menerima kenyataan bahwa aku tak pernah benar-benar berhasil soal perasaan. Bagimana tidak, beberapa keputusan yang ku ambil di masa lalu membuat posisi ku diusiaku yang kepala 2 lebih ini menjadi serba salah, belum punya calon suami, dan tak terpikir kapan akan menikah. Padahal sekeliling, tak bisa dielakkan mulai terasa banyak sekali undangan pernikahan dari beberapa teman. Teman sekolah, teman kuliah tetangga dan lain sebagainya. Ada juga yang sedang dengan sangat bahagianya menyiapkan pernikahan dengan mengepost berbagai macam model dan tema foto prewedding. Ada juga yang sudah tancap gas lebih dulu, dengan bahagianya memperlihatkan foto usg perkembangan sebuah janin kecil dari masa ke masa, yang terlihat jelas sangat dinantikan kehadirannya. Kebahagiaan yg terlihat sangat tercermin dari setiap keluarga baru yang dimilikinya. Yah.. memang, beberapa ulasan artikel dan sosial media mengatakan, itulah hal yg akan kamu rasakan ketika menginjak usia 20 an tahun, dan itu memang wajar dialami oleh sebagian besar orang. Aku termasuk salah satunya.

Kalau ditanya kenapa belum, kenapa sampai saat ini masih sendiri? kadang aku baru tersadar, wingi aku nandi ae yo (read : aku kemaren kemana saja ya). Pertanyaan yang sejenak mengulas masa lalu akan obsesi dan keinginan serta prinsip yang sengaja aku pegang dengan teguh. Ini masalah tanggung jawab dan kepercayaan. 

Bicara Obsesi, banyak hal yang menjadi penyebab sebuah obsesi muncul. Sama halnya dengan obsesi masa kecil yang terpengaruh dari kondisi sosial yang dialami batin seorang anak. Bukan hal yang rumit, tapi cukup membuat hati teguh. Aku lahir dari keluarga yang biasa saja. Sederhana tapi tak telalu bahagia, meskipun pada akhirnya aku bersyukur atas apa yang kami alami di setiap detik yang keluarga kecil kami lewati. Dari bapak ibu yang menikah di usia mereka yang cukup tua, sekitar 30 tahun, yang bertemu karena dikenalkan. Bapak yang harus membantu nenek yang telah menjadi janda 9 anak. Memastikan bahwa tidak ada satupun adiknya yang telantar, baik dari sisi asupan gizi, pendidikan, dan keuangan. Sehingga harus merelakan didahului menikah oleh adiknya. Jika telah dipastikan semua sudah bisa mandiri atau setidaknya sudah bisa saling membantu satu sama lain, saatnya bapak untuk memikirkan dirinya. Sebuah kehidupan mulai seorang laki-laki dengan tanggungjawabnya sebagai anak pertama. Ibu ku, ibu yang cukup berani mengejar impiannya dan pindah ke kota. Lahir dalam sebuah desa yang jauh dari perkotaan, hidup dalam keluarga yang tak begitu harmonis, yang menyebabkan ibu memiliki saudara, 6 bersaudara, dari 2 ibu yang berbeda. Momok akan laki-laki yang mungkin bisa saja meninggalkannya, seperti bagaimana kakek bercerai dengan nenek, membuatnya berprinsip bahwa perempuan harus kuat, harus punya penghasilan sendiri, dan jangan hanya bergantung pada laki-laki. Itu yang tak pernah henti ibu tanamkan pada aku dan kakak. Sehingga ibu memutuskan untuk pindah ke kota dan mulai kehidupannya sendiri. Bekerja mulai dari nol, kuliah profesi untuk memposisikan dirinya menjadi lebih baik. Dan akhirnya, demi mengejar cita-cita nya menjadi bidan dengan kemampuan menghidupi diri sendiri, membuatnya berprinsip akan menikah setelah menyelesaikan obsesinya. Alhasil, diusia yang cukup tua untuk seorang perempuan menikah. Kondisi keluarga bahagia kami yang sederhana ini membuat obsesi akan mengubah kondisi dan derajat keluarga tumbuh dalam diri seorang anak yang telah merasakan bagaimana perjuangan kedua orang tua menghidupi keluarga kecil ini dengan banting tulang. Obsesi sedehana, tak muluk muluk, menjadi anak yang mampu meningkatkan derajad orang tua, dengan fokus pada pendidikan, fokus pada karir, dan menemukan suami yang mampu membantu meningkatkan derajat keluar, terutama dari sisi finansial dan sudut pandang kedudukan bermasyarakat. 

Dari obsesi sederhana yang terpampang di pikiran, membuat masa-masa sekolah, masa dimana cinta dan sayang pada orang selain keluarga mulai muncul. Masa dimana gadis kecil ini mengenal dunia luar dan mulai mengenal kepribadian yang berbeda, sosok yang berbeda dari perempuan, yaitu laki-laki. Ah.. membahas ini membuat ku mengingat masa-masa yang samapai saat belum tahu, apakah harus kusesali atau kusyukuri. Tapi belum lama aku memutuskan untuk mensyukuri nya sebagai pelajaran kehidupan. Keputusan ku untuk fokus pada nilai, prestasi sekolah membuat ku menjadi anak yang hanya tahu rumah dan sekolah. Menciptakan prinsip hidup sederhana "ga mau pacaran kalo belum punya penghasilan sendiri". So simple to do, but big impact. Dengan keputusan itu membuat ku menjadi Jomblo Abadi. Sampai saat ini. Membuat ku menjadi sosok yang super cuek terhadap orang orang yang mencoba dekat. Dan menjadi perempuan yang mimpi di siang bolong menyukai laki-laki yang bisa hampir di katakan sempurna dan sangat mustahil untuk didapatkan, aku mah apa atuh. 

Kesombongan di masa muda ini membuatku menjadi perempuan yang semi tomboy, cuek pada penampilan dan tutur kata, menjadi sangat introvert, dan menumbuhkan kepercayaan akan jodoh, bahwa jodoh ga akan kemana, akan datang di saat yang tepat, tak perlu mencari karena nanti akan dicari, cukup simpan dalam hati dan ucapkan dalam doa. Sehingga kehidupan masa sekolahku banyak dihiasi dengan kebahagian akan cinta sendiri, kesenangan memendam perasaan, menikmati sosok yang dikagumi dengan hanya melihat nya lamat lamat, kemudian tersenyum simpul mensyukuri semuanya. Kepercayaan yang juga tak lepas dari ajaran agama yang ku anut, yang menyarankan untuk menyimpan perasaan sepenuhnya dalam doa dan lebih baik fokus memantaskan diri. 

Saturday, July 30, 2016

Tak Selamanya Semua Berjalan Dengan Mulus

"Terlalu berharap pada seseorang tak benar, yang benar adalah berharaplah pada yang memberi kehidupan "

"Kamu tak akan pernah tahu apa yang terjadi besok, jadi jangan lah menyerah saat ini, masih ada hari esok "

"Aku mungkin adalah yang menyesal atas masa lalu yang tak seperti orang pada umumnya, tapi ketahuilah mungkin saat itu Tuhan sedang berbelas hati menjaga hatimu"

" Aku tak pernah tahu kapankah akan datang sesuatu yang sangat ditunggu ini, membuat gila setiap kali membayangkannya, membuat frustasi setiap kali memimpikannya, dan membuat kecewa setiap kali berharap padanya. Sampai saat ini, belum juga ada tanda-tanda jawaban atas itu "

"Saat keinginan menyerah datang dan aku pun tak bisa meminta bantuan siapapun untuk mengusirnya, maka saat itu satun-satunya cara hanyalah membayangkan akan datang dewa penyelamat, mengimaginasikan sesuatu yang indah yang mungkin akan terjadi di hari esok, meskipun itu artinya, aku hanya akan membohongi diri sendiri, sampai di suatu momen, kesadaran akan kembali dengan harapan yang masih hanya menjadi harapan."

"Terkadang, aku merasa tidak diakui. Tidak pernah dianggap menjadi yang berarti. Hanya seseorang yang suka membuat yang lain bingung. Hanya seseorang yang penuh drama yang butuh dikasihani. Saat itu, maka sepertinya hanya dengan menghilang aku akan tahu bahwa kenyataan tak dianggap itu membuatku bisa lebih diam dan bersabar."

 "Tak perlu berharap disayangi selayaknya mungkin orang lain yang saling menyayangi. Karena itulah kodrat manusia yang selalu merasa rumput tetangga lebih hijau"


 
 
 
 
 
 

Something I should hold and another thing I should release



Maybe the timing is right




Ketika mengambil keputusan untuk berbicara, saat itu adalah saat dimana konsekuensi atas apa pun kalimat yang keluar harus diterima. At that time I think I can. But at the last,maybe it feel its to hard, but I choose to take it. Membiarkan kejujuran menjadi dasar agar pertemanan bisa berjalan dengan lebih indah.Hari itu, tepat sebulan saat aku kembali menduduki kota ini, kota segala kenangan selama 4 tahun yang indah. Masa masa dimana sepertinya tak ada yg lebih indah selain pergi ke kampus. Malam ini jadi salah satu malam yg tak terlupakan. Bulan ramadan bulan penuh berkah, saat dimana doa doa menjadi sangat mudah untuk dikabulkan. Hari ini buka bersama sahabat2 ku yang punya banyak cerita unik. Kami berkumpul setelah hampir 2 tahun berpisahh untuk menemukan jalan masing-masing. Jalan untuk kehidupan yg lebih baik.Aku, kalau kalian baca cerita2 sebelumnya, punya perasaan tersendiri terhadap persahabatan ini. Kedekatan kami membuatku mungkin melakukan kesalahan dengan memendam perasaan pada salah satu dari kami. Tak tahu apa alasannya, tak tahu mengapa bisa sampai seperti ini, namun apalah arti memendam jika harus terasa menyakitkan. Kenyataan mengakui perasaan di depan sahabat sahabatku yg lain, dan di depan dia si pria yg mungkin kurang beruntung untuk kusukai membuat suasana persahabatan ini menjadi agak aneh. Namun karena ini salahku, aku harus bertanggung jawab mengembalikan ke semua. Yah, aku sudah berusaha, dan sepertinya berhasil. Namun perasaan ini tetap saja mengganggu. Dan harus lakukan sesuatu untuk menghentikannya.Malam itu, aku mengusulkan bermain, a game called "shitty game" , truly shut game, but I choose it, agar semua kelar, semua jelas dan semua bisa ikhlas. Pertanyaan2 yang tak sanggup lagi aku ingat , hanya after I played that, I choose to forget, forget him. And I pray to get another's. Semua telah berakhir and its timebto start a new day.And the timing is perfectly match. Seseorang datang disaat komitmen untuk melupakan menjadi pilihan. God's have a their own way. Welcome my dear, i hope you and me can be we, but now I still don't know it can be real or not. Because, he is my friend, again, my another friend..





I hope it will be him, we can through all together, as long as you believe ini me, cause I believe at you

Friday, December 25, 2015

Papandayan Project - Chapter 2 “Battlefield Started from Now”

“Jangaaaannn, kau pilih dia, pilihlah aku , yang mampu mencinta mu lebih dari dia
Buukaaannn, ku ingin merebutmu, dari sahabatku
Karena ku tahu, cinta tak bisa, tak bisa kau salahkan”

2st day, Saturday, Des 5, 2015
Lagu Yura feat Glend menjadi lagu yang ternyata hampir di semua handphone yang di putar di mobil ada lagu ini. Lagu yang sedang naik daun. Bukan bermaksud apa-apa atau menggambarkan keadaan, hanya lagunya memang enak didengar. Malam semakin hilang pagi semakin nampak. Meskipun langit masih gelap, yah, sekitar 02.30 waktu Indonesia bagian garut. Sampai di pos pertama yaitu masjid yang sekitarnya ada indomaret. Waktu yang cukup untuk rebahan sejenak sebelum memulai journey yang sebenarnya. Sambil dengan disadari atau tidak, banyak orang yang berdatangan. Rombongan lain yang juga ingin menikmati indahnya Papandayan. Kami tidur terpisah, ada yang di dalam mobil, ada yang di perlataran indomaret. It’s time to charge full power.

Langit mulai menerang, sayup-sayup doa subuh berkumandang membangunkan untuk mengingatkan akan kewajiban umat muslim sekitar sholat di subuh hari. Semua bangun, mobil pindah ke pelataran masjid. Ada yang sholat, mandi, jajan siomay. Hoaaammmppp… dingin beroooo… Tapi masjid telah ramai orang. Setelah sholat, agak terang sedikit lah yaaa, sebagian beli makan, ada yang ngeteh, ada yang istirahat. Bekal makan siang pun dibeli untuk dimakan jika sudah sampai di tempat tidur berikutnya.. hahahahha…



Pagi semakin menerang, yuk cuzzz, saatnya berangkat lagi ke pos pendakian, tempat parkir mobil then we start walking from there, wawwwwww…. Atur tas yang ternyata banyak sedimikian mungkin. Sambil masih malu – malu, bicara masih terbata-bata, eh, hujan turun. Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk duduk bersama dulu, bercanda gurau sejenak, mencairkan pertemanan yang masih bayi merah ini. Boleh lah yaaa, pesen indomie sambil ngopi ngopi. Ngobrol ngalor ngidul ( kesana kemari).


Kami yang baru bertemu
Meskipun ada yang baru, ada yang telah berteman lama
Akankah hari ini kedepan berjalan dengan baik ?
Ketakutan itu tak perlum muncul
Yang perlu hanyalah saling percaya
Jadikan semua hal yang mungkin akan terjadi menjadi menyenangkan
Sampai masing-masing merasakan
Kita bisa jadi teman baik
Kita telah menjadi teman baik
Dan kita adalah Menyenangkan

Hari semakin menampakkan, betapa indah ciptaan Tuhan yang dengan rela diciptakan untuk dinikmati dan disyukuri makhluknya. Saatnya siap berangkat, hujan telah reda, doa dulu yuk… kencangkan setiap tas yang di bawa, buat formasi penunjuk jalan dan benteng depan belakang, hahaha… jalan aspal dulu, ke pos pendakian pertama laporan pada penjaga setempat. Then, let’s start. Sejuk, sejuknya alam ciptaan Tuhan semesta alam ini,hingga tawa menjadikan kami bahagia dan besyukur. Zona bebatuan menjadi pembukan perjalanan ini. Jadi ini mendaki, katanya sih, ini untuk pemula, tapi rasakan apa yang terjadi setelah ini. Zona bebatuan dilewati dengan baik awalnya, sampai kemudian medan serasa semakin menanjak, dan kami menemukan batu – batu yang kami injak mulai menguning. Yeah, masuk area kawah belerang.. bagus nih, foto-foto dulu. Tapi jujur, saya disini udah engap engapan. Instirahat sejenak adalah pilihan yang tepat.


Papandayan Project - Chapter 1 "I Found Something New"

Chapter 1

PAPANDAYAN
Sebuah nama sebuah cerita
(ngutip dikit kalimat punya PATRIOT)
Bukan sembarang nama, tapi satu dari sekian banyak tempat menyenangkan yang pernah ku kunjungi.
Bukan tempat yang bagus saja, tapi temppat yang bagus buaaangeettt keeeleeeeuussss…

Awal yang baik untuk sebuah pertemanan indah yang telah menghancurkan kotak arti pertemanan yang aku percaya dan yakini selama ini. Bagaimana tidak, selama ini hanya #ABS, R.I.N.D.A.M Galau, ARaFaChi, dan FOXIS yang masih intens jadi teman terbaik, ditambah dengan keluarga baruku barisan penuh tangis dan tawa MDP 3. Pertemanan yang dimulai dengan perkenalan formal, satu institusi pada awalnya, punya nasib yang sama mulanya, kemudian mengelompok dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Tapi yang satu ini beda, beda situasi, beda kondisi, beda keadaan, beda pokoknya semua beda. Sekelompok orang yang pada akhirnya menamai dirinya Rempong_Undergroud. Yes, This Us.

Niat pribadi ingin tahu rasanya naik gunung. Menyusun rencana dengan penuh rasa kekhawatiran tentang cuaca, alergi, takut dimarahi, kesekian kalinya keluar dari zona nyaman, tapi lebih extream dari kelakuan – kelakuan pembangkangan yang pernah dilakukan sebelunnya. Namun berangkat dengan plan izin yang sudah direncanakan dengan matang. Jauh dari rumah membuat ini terasa lebih mudah terealisasi. Yes, that’s right. Weekend menyenangkan dilewati dengan naik Gunung 3 hari 1 malam nginep di gunung, 2 malam tidur ga tidur di mobil. Dengan hadiah besoknya ngantor njareemmm beutttt..

Kenapa perjalanan ini berbeda ? Karena kami ber-7 kumpulan teman dengan temannya teman (halah….). 4 anak MDP, 1 pegawai BMS, 1 pacarnya salah satu temen MDP, dan 1 lagi temen kecilnya anak MDP yang punya pacar sekaligus sahabatnya pacarnya anak MDP (halaahhh… Mbuleettt…). Pastinya bisa kalian lihat, kumpulan orang yang sebagian mengenal, sebagian lagi tidak mengenal. Dan bisa kalian bayangkan apa yang terjadi dalam 4 hari.. Let’s check this out..


1st day, Des 4, 2015
Jumat-jumat pulang kantor, setelah segala penantian pelik urusan kantor, akhirnya tiba hari untuk setidakanya melegakan pikiran. Setelah sempat rapat beberapa hari sebelumnya dengan segelintir orang. Plus udah siap ancang-ancang perkenalan lewat grup Whatsapp yang dibuat dengan masih malu-malu tapi mau. Akhirnya terealisasi juga. Malam sebelumnya 2 orang bertugas mengambil perlengkapan sewaan. Akhirnya 4 cewek rempong mengepaki barang di kosan. Berangkat dengan mobil ber 7. Let’s start the Journey Guyss…. Perjalanan awal sudah diribetkan oleh mobil yang ban ya kemps bung… akhirnya kita muter muter mencari tempat yg bisa jadi problem solver. Dengan obrolan yang mulai malu malu kayak kucing ( padahal kucing aja ga malu), dibarengi dengan alunan lagu yang ceria menemani khayalan ekspektasi akan gunung yang sungguh indah mahakarya pecipta alam semesta dan seluruh keindahan didalamnya. Setelah itu, jemput temennya pacarnya anak MDP di pinggir jalan yang sudah kelihatan seperti arek ilang ( anak hilang ) di pinggir jalan. Then, kita siap berangkat, cuuuzzz…..

Tol panjang yang seperti tak berujung membuat satu persatu mengantuk dan membiarkan si pak supir yang juga salah satu dari kita ber 7 ditinggalkan yang lain ke alam bawah sadarnya. Kecuali aku sendiri yang berusaha tetap bangun demi menemani yg nyetir dengan terus bernyanyi meskipun terkadang keselier angguk-angguk meskipun mungkin dia tidak berkenan ditemani oleh suara aneh yang nyanyi jauh dari bangku belakang. Tengah malam kelaparan, alhasil karena si teman yang jadi supir tahu tempat beli tahu sumedang (maklum orang Sunda) jadi kita lewat dulu ke pemandangan malam penjual tahu sumedang berjajar di pinggir jalan. Tentu saja, Karen cowok berdua yang duduk di depan, ya pilih yang cantik dong penjualnnya. Berhenti sebentar dan beli, and you know, tahu nya, mantaaabb abiiiesss… very delicious. Jadi ini kenikmatan tahu sumedang di tengah dinginnya malam yang telah menunjukkan lewat hari.

Semua jadi bangun, suasana menjadi lebih encer dari sebelumnya. Kami yang baru menjadi teman, menjadi sangat menikmati pertemanan ini. 3 pria 4 wanita. Semua menjadi indah setelah ini. See at the next chapter..Saatnya keluar dari zona yang kita kotakkan sendiri.. Pertemanan bukan kita yang atur tapi takdir, yang hanya perlu kita terima tanpa harus berpikir harus seperti apa kita bersikap.

Karena pertemanan hidup dengan sendirinya
Dan akan terus hidup dengan baik jika kita mengenal diri sebenarnya satu sama lain
Bukan hanya berasal dari tempat dimana seharusnya kita berteman
Tapi bisa kita ciptakan sendiri jika kita mau
Cobalah, dan lihat, ada kenangan manis yang terbentuk

Akan ada rasa yang tak biasa…

Thursday, October 15, 2015

Suara mu mengalihkan duniaku

Thanks God...
Kamar jadi saksi kebahagiaan yang tak bisa tergantikan oleh apapun...

Mendengar saja , aku sudah tertawa sampai tak bisa terkendali..

I'm so proud to have you , Guys..
Thanks..

God please, protect my family and my abs.. because i love them so much

For my abs, a long a i dont know what its mean to you but its meaningfull for me..

Now, i have to come back to the reality, someday let's comeback to our own world...

Monday, October 12, 2015

See... I'm just Confuse..

Bahwa setiap syukur bermakna keindahan yang tak ternilai

Bahwa setiap perjuangan tak kan menghianati hasilnya

Karena di setiap hati yang sepi ada perasaan yang coba untuk dijaga

Karena setiap harapan punya alasan untuk dipertahankan

Namun kadang setiap permintaan bukan merupakan yang terbaik

Namun kenyataan kadang tak pernah bertoleransi pada perasaan

Bila harusnya kau sadari semua hanya perasaan yang dibuat buat sendiri

Dan bila kau coba tutup masa lalu dan membuka hati yang baru, tak akan semudah membalikkan telapak

Yang ada hanya seperti nya mereka telah memunggungimu

Seolah salahku yang mencoba untuk pergi saat menengadah, kemudian kembali dengan kenyataan yang telah menunduk

Sunday, September 20, 2015

TENTANG SESEORANG part 2

Positively, my thinking..
Seseorang sedang berusaha menikmati sisa - sisa waktu berharga yang ia miliki,
Di tempat yang mungkin akan ditinggalkannya dalam waktu yang cukup lama
Di tempat dimana banyak kenangan indah tercipta tanpa perlu bertoleransi dengan waktu
Di tempat yang membentuk pribadinya
Tempat dimana ia bertemu dengan banyak hal, banyak orang, dan banyak rasa yang tak pernah bisa tergambarkan bagimana itu terbentuknya

Aku bertoleransi,
Seseorang itu mungkin sedang berusaha untuk meninggalkan jejak - jejak indah
Jejak yang suatu saat akan membantunya mengingat kenangan yang ia tinggalkan
Sehingga suatu hari ketika ia kembali, hatinya akan menuntun wajahnya untuk menciptakan senyuman indah

Aku menyadari
Seseorang itu ingin membawa pergi
Membawa pergi semua salinan kenangan itu
Karena itu, saat ini mungkin ia sedang mengemasinya
Melakukan hal hal yang bisa ia lakukan sebelum ia benar benar pergi

Melakukan banyak hal, yang tak bisa ku lakukan ketika aku memutuskan untuk pergi


Sunday, May 17, 2015


i just can't be a good friend...
always do something weird...
always be foolish..
i don't know...
it's because i hate it or love it..

i always think to stop it,,
but at the reality i still do that ...
i sometimes want to throw that away..
but i take that again, feel it again, and broke all...

Sorry, just can say sorry

Wednesday, May 6, 2015

Karena ini aku tersadar, sadar, kamu bukan untukku


Ipang. Tentang Cinta

Sekilas tentang dirimu yang lama ku nanti
Memikat hatiku jumpamu pertama kali
Janji yang pernah terucap tuk satukan hati kita
Namun tak pernah terjadi

Reff :
Mungkinkah masih ada waktu
Yang tersisah untukku
Mungkinkah masih ada cinta dihatimu
Andaikan saja aku tau
Kau tak hadirkan cintamu
Ingin ku melepasmu dengan pelukan
Courtesy of liriklagu.asia
Sesal yang datang selalu takan membuat mu kembali
Maafkan aku yang tak pernah tau
Hingga semuanyapun kini telah berlalu
Maafkan aku
Maafkan aku

Back to Reff 2x

Ingin ku melepasmu dengan pelukan
Ingin ku melepasmu dengan pelukan

Yovie & The Nuno - Sakit Hati

Ku tahu engkau pasti tahu
Betapa hancurnya aku
Bunga yang dulu begitu indah
Perginya entah kemana

Aku sakit, aku sakit hati
Kau terbangkan ku ke awan
Lalu jatuhkan ke dasar jurang

Aku sakit dan ku tak mengerti
Kau berikan mimpi indah
Namun kenyataan tak seindah mimpi
Sadar kini cinta tak berbalas

Dulu ku tak pernah menduga kau
Memberi harapan palsu
Genggam tangan dan senyuman itu
Seolah mengikat hati

Aku sakit, aku sakit hati
Kau terbangkan ku ke awan
Lalu jatuhkan ke dasar jurang

Aku sakit dan ku tak mengerti
Kau berikan mimpi indah
Namun kenyataan tak seindah mimpi
Sadar kini cinta tak berbalas

Sendiri lagi, sendiri aku, sendiri aku lagi
Dimanakah cintamu yang selama ini untukku

Aku sakit, aku sakit hati

Aku sakit, aku sakit hati
Kau terbangkan ku ke awan
Lalu jatuhkan ke dasar jurang

Aku sakit dan ku tak mengerti
Kau berikan mimpi indah
Namun kenyataan tak seindah mimpi
Sadar kini cinta tak berbalas

Ku tahu engkau pasti tahu
Betapa hancurnya aku

Dirimu Lagi dan Lagi

Aku telah jauh berpindah
ke alam yang semua orang bahkan tak sanggup berlama-lama disini
aku memilih untuk pergi
demi kebaikan pribadi
dan kebaikan bersama

Dulu, aku menjadi orang yang paling kuat menahan apa yang muncul
dari hati, perasaan, dan kegilaan yang berkecumbung
Dulu, itu dulu
disini aku seperti orang yang telah terlalu lama menutup hati
pura-pura tidak tahu apa yang orang seusiaku harusnya tahu
aku tak bisa bertahan di awal
karena semua memaksaku membuka apa yang menurutku belum waktunya dibuka
hingga tak ada jalan selain menumbalkan seseorang
ya, yaitu dirimu

entah ini yang dimaksud dirimu lagi
tapi aku sudah lelah dengan harapan positif yang tak kunjung punya jalan
maaf karena aku tahu, kau tak nyaman
bahkan melihatmu secara langsung aku yang menghindar
aku mencoba untuk tetap menjadi teman yang baik
tapi aku tetap manusia biasa yang semua orang bisa baca dari wajahnya
maaf aku mungkin telah salah bersikap

dirimu, dirimu lagi
kalian, kalian lagi

aku selalu kalah ketika berhadapan dengan kalian
tak sanggup lagi angkuh
tak sanggup lagi bersembunyi
tak sanggup lagi berpaling


Tentang Hati yang Kupahami dengan Caraku Sendiri

Tak banyak yang merasakan seperti ini, atau aku saja yang tak tahu...
Tapi sejauh ini, aku menyukai apa yang kulakukan dengan caraku, sendiri...

Jika aku tak sanggup menatap, akan aku lakukan segala cara untuk bisa menatap
Walau dengan cara yang berbeda
Jika aku tak sanggup berbicara, akan aku lakukan segala cara untuk bisa berbicara
Walau dengan cara yang tak biasa

Perasaan ini benar-benar membuat ku jadi semakin menggila,
itu yang selalu orang bilang ketika tak sedikitpun dia bisa mengontrol hatinya
aku, tak jauh dari orang kebanyakan..

untuk siapapun,
maaf aku menjadi gila karena hatiku sendiri
maaf karena aku jadi aneh karena hatiku ini
dan maaf aku seperti tak punya harga diri karena hatiku tak sanggup lagi menahan

apa hati selalu saja mempengaruhi tindakan semaunya sendiri
selalu saja dia menang atas segala pergulatan yang terjadi dengan pikiran
atau hanya aky saja yang merasa, aku terlalu berlebihan menggunakan hati

tak tahu sejauh apa ini akan bertahan
tapi satu hal yang aku pelajari
meskipun belum sepenuhnya menguasai
Tuhan kita, akan mampu membantu menahan segalanya
jika kita mendekat dan meminta pada-Nya